[KuPel] Sejarah Panahan

Apa itu KuPel? KuPel adalah kepanjangan dari Kuliah Pelatihan. Jadi, setiap post yang diawal dengan tag ini merupakan informasi-informasi yang digarap oleh divisi Pelatihan dan disebarkan ke massa Pasopati, tentunya juga ke entitas luar.


Panahan merupakan salah satu dari budaya tradisional yang masih dipraktikan hingga saat ini, walaupun panahan mungkin sudah muncul pada jaman Batu (Stone Age, sekitar 20000 sebelum Masehi), kebudayaan pertama yang diketahui menggunakannya adalah Mesir yang menggunakannya untuk berburu dan berperang setidaknya 5000 tahun yang lalu. Pada masa itu, bangsa Mesir menggunakan busur dari kayu yang ditunggangi tanduk di kedua ujungnya dan ditempelkan otot dan lem dari hewan. Busur berbentuk huruf C sebelum ditambahkan tali busur dan akan membutuhkan 2 orang untuk memasang tali busurnya. Tali busur sendiri dibuat dari “catgut” atau usus domba.

Perkembangan panahan ada di setiap wilayah di dunia. Perkembangan paling pesat ada di Asia, dimana banyak sekali bangsa Asia yang menurunkan sebagian besar pemanah di setiap peperangannya. Bangsa-bangsa tersebut diantaranya bangsa Assyria (pembuat busur terbaik), Armenia, Persia, Parthia (teknik menembak dari atas kuda), India, Korea, China dan Jepang. Di China, panahan muncul saat Dinasti Shang berlangsung (1766-1027 BC). Pada Dinasti Zhou (Chou) panahan sudah berbentuk turnamen yang diselenggarakan oleh para bangsawan, turnamen ini diiringi dengan music dan sambutan yang elegan.

Pada sekitar abad ke-6 , China memperkenalkan budaya panahan pada bangsa Jepang yang kemudian berkembang menjadi salah satu tekni bela diri di Jepang yang dikenal sebagai “Kyujutsu” (seni memanah) yang sekarang dikenal sebagai “Kyudo” (cara memanah). Kyudo modern dilatih terutama sebagai metoda pengembangan fisik, moral dan spiritual.

Di Timur Tengah, perkembangan pesat terjadi di kelengkapan (equipment) dan teknik memanah selama beberapa Abad. Dengan busur seperti dari Bangsa Assyria dan Parthia, Attila the Hun dan Bangsa Mongol-nya menaklukan sebagian besar Eropa dan Asia. Busur paling efisien dikembangkan di Turki, busur buatan Turki tersebut tercatat dapat menerbangkan anak panah hingga 900 yard atau 823 meter jauh lebih efisien dari busur kayu Inggris.

Di Eropa panahan berkembang di Inggris sebagai senjata utama. Longbow dari Inggris sangat berjasa dalam memenangkan beberapa peperangan saat itu yang diantaranya peperangan Crecy, Agincourt dan Poitiers.

Panahan kemudian mengalami penurunan fungsi seiring dengan ditemukannya senapan api. Walaupun saat itu senapan api memiliki banyak kelemahan dibandingkan busur, seperti tidak tahan cuaca hujan dan lamanya mengisi amunisi, namun penggunanya tidak perlu menempuhi banyak latihan, terutam latihan fisik, dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyiapkan penembah senapan sehingga senapan api ini menjadi alternative yang lebih baik untuk berperang dari pada panahan. Setelah panahan berhenti digunakan dalam peperangan, panahan kemudian bangkit menjadi olahraga modern. Pertandingan pertama panahan diadakan di Finsbury, Inggris pada tahun 1583 (masih masa peperangan).

Panahan baru benar-benar diakui sebagai olahraga modern pada tahun 1840-an dimana pada tahun 1844, pertemuan Grand National Archery Society diadakan di York, Inggris. Sepuluh tahun setelah itu perayaan dan pesta latihan mulai sedikit demi sedikit dikukuhkan dan peraturan-peraturan mulai distandardisasi sebagai “York Round” – sebuah rangkaian tembakan pada jarak 60, 80, dan 100 yard. Horace A. Ford membantu untuk memperbaiki standar Panahan dan merupakan perintis dari teknik-teknik baru dari Panahan. Ia memenangkan 11 kali pertandingan Grand National secara berturut-turut dan mempublikasikan pedoman olahraga panahan yang sangat berpengaruh pada tahun 1856. Pada abad ke-19, Panahan mulai diabaikan seiring dengan hadirnya olahraga alternative seperti Croquet dan Tennis mulai popular di kalangan menengah. Pada tahun 1889, hanya 50 perkumpulan panahan yang masih bertahan di Inggris, namun panahan tetap diikutsertakan dalam Olimpiade Paris 1900.

Pada abad 20, dimulai tahun 1920-an, insinyur-insinyur professional mulai tertarik dengan panahan. Mereka kemudian membawa perkembangan panahan menuju era pengembangan komersial. Mereka memimpin perkembangan komersial dari bentuk busur termasuk busur recurve dan compound modern.